Search

Archive for the ‘bali obyek wisata’ Category

Pasar Seni Guwang Ramai Dikunjungi Wisdom

Pasar Seni Guwang yang terletak di Gianyar, tampaknya menjadi kawasan favorit wisatawan domestik (wisdom). Ini terbukti, 80 persen dari jumlah pengunjung ke pasar seni tersebut didominasi wisdom. Bahkan, dalam perayaan libur panjang jumlah mereka meningkat lebih dari 100 persen dibanding hari biasanya.

Banyaknya jumlah pengunjung domestik dibandingkan asing di Pasar Seni Guwang sudah terlihat sejak awal pasar tersebut berdiri. Sebagian besar wisdom dari Jawa.

Daya beli wisdom tidak kalah jauh dengan wisatawan asing. Hal tersebut terlihat dari tingginya omzet penjualan para pedagang di Pasar Seni Guwang dengan rata-rata Rp 700.000 hingga Rp 1 juta.
Pasar Seni Guwang masih tergolong baru dibandingkan Pasar Seni Sukawati yang sudah terlebih dahulu dikenal wisatawan. Karena itu diharapkan para pelaku pariwisata mau membawa tamunya berkunjung ke tempat itu.

Kendati banyak wisatawan yang datang, namun beberapa tahun terakhir keuntungan yang diperoleh pada musim libur, tidak setinggi musim libur tahun-tahun sebelumnya. Tapi diharapkan pada musim libur nasional maupun akhir pekan dapat memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang pasar Seni Guwang ini.

Selain itu, berbelanja di Pasar Seni Guwang akan terasa lebih nyaman karena tempatnya yang luas. Selain harganya yang murah, dilihat dari lokasinya, pasar ini juga dekat dengan Denpasar.

Jelang Nyepi, Tarif Hotel di Bali Naik

Menjelang perayaan Nyepi, tarif sewa kamar hotel di Kota Denpasar khususnya di kawasan wisata Sanur mengalami kenaikan hingga 10 persen. Kenaikan tarif tersebut terjadi pada perayaan libur nasional seperti Nyepi, Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Meski jauh hari harga telah dinaikkan, namun sampai perayaan Nyepi nanti, kamar yang hotel-hotel sudah terisi penuh.

Diyakini kenaikan ini tidak akan mempengaruhi minat wisatawan ke Bali, karena Nyepi merupakan salah satu ritual keagamaan yang sangat menarik bagi wisatawan berkunjung ke Bali. Kenaikan harga sewa kamar hingga 10 persen itu, telah ditawarkan kepada wisatawan asing yang ingin menikmati suasana Nyepi di Bali sejak beberapa bulan lalu.

Sementara itu, terkait penutupan Bandara Ngurah Rai selama 24 jam, tidak mempengaruhi kedatangan wisatawan ke Bali. Bagi wisatawan yang merayakan Nyepi di Bali akan berdatangan sepekan menjelang perayaan, jadi hal itu tidak akan menghambat kedatangan mereka ke Bali.

Selain hotel berbintang, beberapa hotel kelas melati, vila yang tersebar di kawasan Sanur, Nusa Dua dan Kuta juga mengalami hal yang sama, bahkan tidak sedikit pengelola yang menolak pesanan. Perayaan Nyepi tahun ini ada peningkatan dibanding tahun lalu, di mana seminggu menjelang perayaan, beberapa kamar telah dipesan. Kondisi ini kemungkinan dikarenakan lomba pawai ogoh-ogoh yang diselenggarakan Pemkot Denpasar sehari menjelang Nyepi.

Tingginya harga sewa kamar hotel pada hari libur tertentu seperti saat ini menjadi hal biasa karena permintaan melonjak. Ini merupakan rezeki musim libur, jadi wajar pihak pengelola menaikkan harga, karena tingkat pemesanan yang sudah pasti tinggi.

Tingkat Hunian Hotel di Bali tak Merata

Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali tidak merata. Kendati kunjungan wisatawan ke Bali meningkat, namun secara keseluruhan TPK hotel yang rata-rata mencapai 53,21 persen ini, hanya dirasakan di sejumlah kawasan wisata saja seperti di Denpasar dan Badung.

Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, lonjakan tertinggi tingkat hunian hotel berbintang di Bali Januari 2010 hanya terjadi di Badung dengan tingkat hunian sebesar 55,31 persen disusul Denpasar 52,35 persen. Sementara, Buleleng ada di peringkat terendah yakni 33,00 persen.

Untuk tingkat hunian hotel di Tabanan dan Gianyar masih stabil. Awal tahun 2010 ini, tingkat hunian di Tabanan tercatat 47,68 persen, sedangkan di Gianyar mencapai 42,37 persen. Selain Buleleng, untuk periode tersebut Karangasem juga menempati peringkat terendah yakni 34,09 persen.

Terjadi perubahan kecenderungan tempat favorit kunjungan wisatawan selama di Bali, dinilai para pelaku pariwisata Bali, karena banyaknya acara-acara bertaraf nasional maupun internasional yang diselenggarakan di kawasan pariwisata Badung dan Denpasar. Dengan demikian, lebih banyak wisatawan mancanegara maupun domestik yang memilih menginap di kawasan wisata tersebut.

Penyebaran wisatawan di Bali tidak merata. Jika dilihat dari persentasenya hampir 70 persen wisatawan yang berlibur memilih menginap Denpasar, Kuta, Nusa Dua, dan Gianyar. Sementara sisanya tersebar di Bali bagian utara dan timur.

Dinas Pariwisata Daerah Bali sudah kerap mengimbau para pelaku pariwisata untuk melakukan distribusi wisatawan secara merata menyusul over booking (kelebihan pemesanan kamar) yang terjadi pada hotel-hotel di kawasan Bali Selatan seperti kawasan Nusa Dua, Kuta dan Sanur pada musim libur panjang seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru.

Wisatawan di Bali masih terkonsentrasi di Bali Selatan, sedangkan kunjungan ke Bali Timur dan Bali Utara sangat kecil. Dengan adanya perbaikan destinasi secara terus-menerus, kawasan timur seperti Karangasem, dan kawasan Utara, Buleleng pada masa mendatang dapat dibanjiri wisatawan.

Bali Jadi Tujuan Favorit Wisatawan India

Keindahan Bali tetap menjadi primadona dan diminati wisatawan dari India. Adanya hubungan emosional dengan Indonesia, khususnya Bali membuat mereka memilih Bali sebagai tujuan wisata favorit.

“Kami yakin upaya promosi pariwisata yang dilakukan pemerintah Bali ke India, jumlah mereka yang melakukan perjalanan spiritual dalam kemasan paket wisata ke Pulau Dewata akan terus bertambah,” kata seorang Manajer Operasional sebuah Travel di Bali, Selasa (23/2) kemarin.

Selain kedekatan emosional, wisatawan India yang berlibur ke Bali, juga dikatakan Darmiari, sangat menyukai objek wisata alam seperti Alas Kedaton dan Monkey Forest. “Upaya pemerintah yang menyiapkan kantor perwakilan di Delhi dan Mumbai akan mempermudah promosi pariwisata Indonesia khususnya Bali,” katanya.

Ia mengatakan, selain menarik wisatawan India ke Bali, masyarakat Bali juga sudah banyak melakukan kunjungan wisata ke berbagai objek wisata menarik di India. “Masyarakat Bali yang berkunjung ke India kebanyakan melakukan perjalanan suci ( tirtayatra ) ke tempat-tempat suci seperti pura tempat persembahyangan umat Hindu setempat,” katanya.

Peningkatan tersebut juga diakui seorang pemilik sebuah Tours and Travel di Bali. Turis India yang datang ke Bali kebanyakan berasal dari seluruh kota di India , khususnya kota-kota besar seperti Bombay, New Delhi dan kota lainnya di India.

“Di Bali mereka menyukai keindahan alam Bali seperti pantai, pegunungan, dan yang terakhir baru wisata spiritual di Bali. Mereka rata-rata tinggal antara 3 hingga 6 hari. Selama berada di Bali , mereka juga senang berbelanja. Menurut mereka Bali merupakan salah satu tempat wisata belanja terbaik di dunia,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Bali mencatat, sejak periode 2006, jumlah kunjungan wisatawan asal India ke Bali terus meningkat. Turis India yang datang berlibur ke Bali selama 2006 menempati urutan ke-19.

Sementara periode 2007 menempati urutan ke-14 dari 20 negara terbesar mengirimkan wisatawannya ke Bali. Jumlah wisatawan India ke Bali selama 2007 tercatat 19.204 orang atau meningkat 81,6 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya 10.572 orang. Sementara, periode 2009 kedatangan mereka ke Bali mencapai 30.813 orang.

Obyek Wisata Air Terjun Nungnungan Akan Ditata

Pengelola obyek wisata air terjun Nungnungan menangapi keluhan para pengunjung akan keberadaan toilet tiga kamar tak terawat, yang berada di pintu masuk obyek itu. Menurut pengakuan Ketua Pengelola obyek wisata Air Terjun Nungnung, Ketut Medan Antara saat ditemui secara terpisah beberapa waktu lalu ia beberapa kali mendengarkan keluhan itu. Namun rencana Medan Antara membongkar toilet tidak kesampaian. Hal ini lantaran medan yang berat juga karena struktur bangunan toilet itu sangat kuat.

Menurut Medan Antara, kunjungan wisatawan di air terjun ini kini mulai mengeliat. Setidaknya hingga saat ini rata-rata tingkat kunjungan mencapai angka 400 orang per bulannya. Sedangkan kunjungan wisman mencapai angka 125 orang dihitung sejak setahun lalu hingga Rabu (20/5) kemarin. Selain itu, pengelola mengaku terbantu dengan adanya gelontoran pembenahan melalui dana penyisihan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) yang berbentuk swakelola sebesar Rp 50 juta.

Sementara itu, pihak Dinas Panwisata Daerah (Disparda) Badung Melalui Kabid obyek wisata dan Pengembangan Pariwisata, A.A.Raka Yuda mengatakan pihaknya juga telah mendengar keluhan dari pengunjung obyek wisata air terjun Nungnungan mengenai keberadaan toilet tersebut. Menurut Gung Raka, toilet tersebut dalam waktu dekat akan direlokasi. Membongkar toilet dan memindahkan ke tempat yang lebih strategis. Namun Raka Yuda mengakui saat ini masih terbentur dengan anggaran dana.

Raka Yuda menambahkàn anggaran pada tahun. lalu, ditujukan sebagai pengembangan wisata dan penataan air terjun seperti penataan lanskap dan rehab toilet. Dan pengelolaan langsung masyarakat secara swakelola. Menurut Disparda terus mengajukan perencanaan penataan kawasan di kawasan air terjun itu.

Adalah penataan lahan parkir dan lanskap, penataan jalur tangga dan areal parkir menuju obyek wisata air terjun dan toilet dan pembangunan lift dengan rancangan khusus atau sejenis kereta gantung. Selain itu, menurut rencana di kawasan itu bakal dibuatkan jalan setapak sejauh 1,5 kilometer, yaitu dari areal parkir tembus hingga Bale Subak Nungnung. Dengan jalan itu, pengunjung dimanjakan dengan hijau-kuning tanaman kawasan Agrowisata dan Ekowisata Nungnung.