Search
Archives

You are currently browsing the archives for the bali hotel category.

Archive for the ‘bali hotel’ Category

Hotel Melati Banjir Order Pada Liburan Sekolah

Peningkatan orderan akibat imbas liburan sekolah (Juni-Juli 2010) ini, tidak hanya dirasakan pengelola transportasi angkutan pariwisata di Bali, tetapi juga pengelola hotel melati di Kota Denpasar.

Adapun order kamar dalam rangkaian liburan sekolah ini datang dari anak-anak sekolah dari luar Bali khususnya dari Jawa. Liburan sekolah ini cukup memberikan berkah bagi hotel melati di Denpasar. Seperti liburan sekolah (Juni-Juli) tahun ini mampu mendongkrak tingkat hunian kamar Hotel Taman Wisata mencapai 75 persen dibandingkan hari biasa.

Anak sekolah dari luar Bali ini banyak mengisi kamar hotel mulai 21-30 Juni. Pada bulan Juli anak sekolah ini memenuhi kamar hotel sampai 9 Juli. Setelah 9 Juli diprediksi waktu liburan anak sekolah dari luar Bali akan berakhir. Liburan sekolah berakhir secara tidak langsung orderan kamar hotel dari anak-anak sekolah tersebut praktis menurun.

Selain menyasar orderan anak sekolah, Hotel-hotel di Denpasar ini juga menyasar kegiatan rapat atau seminar yang diselenggarakan instansi pemerintah dan swasta. Peserta seminar tersebut termasuk ikut memenuhi kamar hotel pada bulan Juni-Juli 2010.

Pemesanan kamar hotel melati untuk anak sekolah ini dilakukan oleh biro perjalanan wisata (BPW). Tarif kamar yang ditawarkan merupakan harga sesuai tarif kamar hotel secara berlangganan. Tarif kamar hotel ini memiliki fasilitas double bad, AC + TV, dan lainnya.

Jelang Nyepi, Tarif Hotel di Bali Naik

Menjelang perayaan Nyepi, tarif sewa kamar hotel di Kota Denpasar khususnya di kawasan wisata Sanur mengalami kenaikan hingga 10 persen. Kenaikan tarif tersebut terjadi pada perayaan libur nasional seperti Nyepi, Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Meski jauh hari harga telah dinaikkan, namun sampai perayaan Nyepi nanti, kamar yang hotel-hotel sudah terisi penuh.

Diyakini kenaikan ini tidak akan mempengaruhi minat wisatawan ke Bali, karena Nyepi merupakan salah satu ritual keagamaan yang sangat menarik bagi wisatawan berkunjung ke Bali. Kenaikan harga sewa kamar hingga 10 persen itu, telah ditawarkan kepada wisatawan asing yang ingin menikmati suasana Nyepi di Bali sejak beberapa bulan lalu.

Sementara itu, terkait penutupan Bandara Ngurah Rai selama 24 jam, tidak mempengaruhi kedatangan wisatawan ke Bali. Bagi wisatawan yang merayakan Nyepi di Bali akan berdatangan sepekan menjelang perayaan, jadi hal itu tidak akan menghambat kedatangan mereka ke Bali.

Selain hotel berbintang, beberapa hotel kelas melati, vila yang tersebar di kawasan Sanur, Nusa Dua dan Kuta juga mengalami hal yang sama, bahkan tidak sedikit pengelola yang menolak pesanan. Perayaan Nyepi tahun ini ada peningkatan dibanding tahun lalu, di mana seminggu menjelang perayaan, beberapa kamar telah dipesan. Kondisi ini kemungkinan dikarenakan lomba pawai ogoh-ogoh yang diselenggarakan Pemkot Denpasar sehari menjelang Nyepi.

Tingginya harga sewa kamar hotel pada hari libur tertentu seperti saat ini menjadi hal biasa karena permintaan melonjak. Ini merupakan rezeki musim libur, jadi wajar pihak pengelola menaikkan harga, karena tingkat pemesanan yang sudah pasti tinggi.

Tingkat Hunian Hotel di Bali tak Merata

Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali tidak merata. Kendati kunjungan wisatawan ke Bali meningkat, namun secara keseluruhan TPK hotel yang rata-rata mencapai 53,21 persen ini, hanya dirasakan di sejumlah kawasan wisata saja seperti di Denpasar dan Badung.

Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, lonjakan tertinggi tingkat hunian hotel berbintang di Bali Januari 2010 hanya terjadi di Badung dengan tingkat hunian sebesar 55,31 persen disusul Denpasar 52,35 persen. Sementara, Buleleng ada di peringkat terendah yakni 33,00 persen.

Untuk tingkat hunian hotel di Tabanan dan Gianyar masih stabil. Awal tahun 2010 ini, tingkat hunian di Tabanan tercatat 47,68 persen, sedangkan di Gianyar mencapai 42,37 persen. Selain Buleleng, untuk periode tersebut Karangasem juga menempati peringkat terendah yakni 34,09 persen.

Terjadi perubahan kecenderungan tempat favorit kunjungan wisatawan selama di Bali, dinilai para pelaku pariwisata Bali, karena banyaknya acara-acara bertaraf nasional maupun internasional yang diselenggarakan di kawasan pariwisata Badung dan Denpasar. Dengan demikian, lebih banyak wisatawan mancanegara maupun domestik yang memilih menginap di kawasan wisata tersebut.

Penyebaran wisatawan di Bali tidak merata. Jika dilihat dari persentasenya hampir 70 persen wisatawan yang berlibur memilih menginap Denpasar, Kuta, Nusa Dua, dan Gianyar. Sementara sisanya tersebar di Bali bagian utara dan timur.

Dinas Pariwisata Daerah Bali sudah kerap mengimbau para pelaku pariwisata untuk melakukan distribusi wisatawan secara merata menyusul over booking (kelebihan pemesanan kamar) yang terjadi pada hotel-hotel di kawasan Bali Selatan seperti kawasan Nusa Dua, Kuta dan Sanur pada musim libur panjang seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru.

Wisatawan di Bali masih terkonsentrasi di Bali Selatan, sedangkan kunjungan ke Bali Timur dan Bali Utara sangat kecil. Dengan adanya perbaikan destinasi secara terus-menerus, kawasan timur seperti Karangasem, dan kawasan Utara, Buleleng pada masa mendatang dapat dibanjiri wisatawan.