Lemahkan Daya Saing Pariwisata Bali Dengan Naiknya TDL

Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dipastikan akan berdampak pada semua sektor usaha termasuk usaha di sektor pariwisata. Kenaikan TDL pada dasarnya akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan produksi/operasional termasuk di sektor usaha dan jasa pariwisata. Kenaikan TDL ini juga akan berpengaruh terhadap semua jenis usaha di luar pariwisata apapun jenis usahanya.

Kenaikan TDL ini akan memicu lemahnya daya saing bagi pengusaha pariwisata di Bali. Ini akan menekan margin profit dari pengusaha pariwisata di Bali. Industri pariwisata ini akan terkena dampak yang cukup besar kenaikan TDL. Ini dikarenakan, mayoritas kebutuhan sektor pariwisata terhadap energi listrik cukup tinggi.

Kenaikan TDL ini akan memaksa para pengusaha di bidang pariwisata menaikkan harga atau tarif. Kondisi kenaikan TDL ini merupakan situasi yang kurang menguntungkan dalam kondisi krisis global seperti saat ini. Pengusaha yang bergerak di sektor pariwisata akan makin berat menjalankan usahanya. Akibat kenaikan TDL, produk pariwisata Bali akan menjadi lebih mahal dari destinasi pariwisata yang lain. Daya saing sektor pariwisata Bali akan makin menurun dari negara lain. Yang perlu diingat adalah bila Bali terlalu mahal maka wisatawan akan berpindah ke tujuan wisata negara lainnya.

Intinya suka atau tidak suka, pemerintah akan tetap menaikkan TDL. Masyarakat dan pelaku pariwisata tentunya sudah memahami pelayanan yang diberikan PLN dalam penyediaan konsumsi listrik untuk sektor pariwisata belum maksimal.
Ke depan pemerintah dan sektor swasta di Bali wajib memikirkan power resource di luar PLN seperti Freeport di Papua. Ini untuk mengurangi tingkat ketergantungan sektor pariwisata termasuk industri yang lain terhadap PLN menjadi makin berkurang.

Leave a Reply